KONI Rapat Koordinasi dengan Cabor

Bandarlampung,Beritaphoto.id
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung, menggelar rapat koordinasi dengan cabang olahraga lolos PON XX, Kamis (14/1) siang di Ruang Rapat KONI Lampung Gedung Sumpah Pemuda Way Halim PKOR Bandarlampung. Rapat tersebut terkait verifikasi dan evaluasi data persyaratan pendaftaran.kamis (14/1/2021)

Rapat yang dipimpin Ketua Harian KONI Lampung Hannibal, didampingi Sekretaris Umum Subeno, Wakil Sekretaris Bery Salatar dan Kabid Bimpre Surahman. Dihariri seluruh cabang olahraga lolos PON Papua kecuali, Layar, angkat besi dan angkat berat. Lebih terfakus dalam pembahasan masalah keseiapan para atlet, terkait administrasi baik secara pribadi (e-KTP) maupun persyaratan lainnya kepada cabang olahraga.

“Kami memastikan kepada seluruh cabang olahraga yang lolos PON. Agar tidak lalai dalam masalah administrasi atletnya. Jangan sampai gara-gara hal sepeleh seperti tidak punya KTP, mereka tidak bisa bertanding di PON mendatang. Itu harus kita perhatikan terlebih-lebih persyaratan lainnya,” kata Hannibal.

Lebih lanjut Hannibal menambahkan, saat ini PB PON 2021 sudah meminta agar seluruh peserta (Provinsi) pendaftaran. Dimana pendaftaran yang dilakukan secara online, baik tahap I maupun Tahap II, dimana tahap I yaitu Longlist dan Entry by Number. Kemudian untuk persiapan pendaftaran tahap II yaitu, By Name dan by Number of event.

“Kita sudah mendapatkan aturan pendaftaran tahapan tersebut, yang diatur oleh PB PON dan KONI Pusat. Untuk itu kami berharap para Cabang Olahraga, segera berkoordinasi dengan KONI melalui sekretariat terkait pendaftaran tersebut. Mari kita sama-sama melengkapi persyaratan pendaftaran para atlet ke PON,” lanjut Sensei karate Lampung itu.

Sementara itu Sekretaris Umum KONI Lampung Subeno menambahkan, untuk persyaratan pendaftaran atlet ke PB PON XX/2021 Papua. Selain harus menyertakan e-KTP masing-masing atlet dan pelatih, juga disertakan KK dan juga surat kepindahan atlet bila atlet tersebut pindahan dari Porvinsi lain.

“Seperti pada PON-PON sebelumnya, persyaratan untuk atlet dan pelatih harus sudah kita daftarkan berbarengan dengan entry by number. Kami berkoordinasi dengan cabang olahraga, agar tidak terjadi kesalahan dengan kurangnya persyaratan atlet sebagai peserta PON Papua,” katanya. (ha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *