Damar Katakan , Polda Lampung lambat tangani perkara perkosaan anak disabilitas

Bandarlampung,Beritaphoto.id
Lembaga Advokasi Permpuan Damar bersama Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Lampung menilai Polda Lampung lambat dalam menangani perkara perkosaan terhadap anak perempuan disabilitas yang terjadi di Kabupaten Way Kanan.

“Saat ini kami tengah mendampingi kasus perkosaan anak disabilitas berinisial MGO yang dilakukan oleh Haji Rusdi. Kasusnya kini telah diambil oleh Polda Lampung yang sebelumnya di Polsek Blambangan Umpu,” kata Direktur Eksekutif Damar, Ana Yunita Pratiwi di Bandarlampung, Kamis.

Dia melanjutkan lambat nya Polda Lampung dinilai lantaran sudah selama tiga bulan lebih sejak 07 Oktober 2020 lalu kasus perkosaan tersebut hingga saat ini tidak ada perkembangan.

“Hal ini mejunjukkan bahwa Polda Lampung tidak profesional dalam menjalankan tigasnya,” kata dia.

Ana menjelaskan kasus perkosaan tersebut tanggal 17 November 2020 telah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh penyidik Polda Lampung di rumah korban di Way Kanan.

Pada 31 November 2020 hingga 11 Desember 2020 korban telah melakukan pemeriksaan ke psikiater di Rumah Sakit Jiwa Lampung sebagai upaya memenuhi salah satu poin dari SP2HP yang ditetapkan Polsek Blambanhan Umpu pada 08 Juni 2020 lalu.

“Selama tiga bulan itu juga kami menanyakan ke perkembanhan ke Polda Lampung, namun Polda Lampung terus menjawab akan menjadwalkan untuk gelar perkara. Sementara berjalannya waktu, keluarga korban selalu mendapat intimidasi dari pelaku,” kata dia lagi.

Ia berharap kepolisian tidak hanya memberikan jawaban bahwa akan dijadwalkan gelar perkara. Ia bersama penasihat hukum Damar serta Dinsos Lampung meminta kepolisian segera menindaklanjuti perkara tersebut.

“Kami sangat berharap kepolisian serius menangani perkara ini. Namun jika ke depan masih seperti ini, kami akan mengirim surat ke Mabes Polri,” tutupnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *