Korupsi Anggaran Dana Operasional KPPS Dua PPK di tuntut 18 bulan Penjara

Bandarlampung.Beritaphoto.id
Sunat anggaran dana operasional kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) tahun 2019, dua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dituntut 18 bulan.

Kedua PPK ini yakni Bellyafrian Syah (40) warga Pekon Banjar Negeri Kecamatan Gunung Alip Kabupaten Tanggamus dan Rustam (46) warga Dusun Kalahang Pekon Pariaman Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus.

Dalam persidangan yang digelar secara telekonfrensi di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (8/2/2021)

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arinto Kusumo menuntut kedua nya selama 18 bulan penjara kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi menyalahgunakan kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjelaskan tuntutan ringan lantaran kedua terdakwa kembalikan sebagian kerugian negara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arinto Kusumo menyampaikan ada pun tuntutan keduanya telah melalui dua pertimbangan.

“Hal yang meringankan (kedua) terdakwa telah mengembalikan kerugian negara, terdakwa bersikap sopan dipersidangan dan belum pernah dihukum,” ujar JPU, Senin (8/2/2021).

Selain itu, kata Arianto, terdakwa mengakui terus terang perbuatannya.

“Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa telah menimbulkan kerugian bagi keuangan Negara dan perbuatan terdakwa dilakukan pada saat Pemerintah sedang giat-giatnya melakukan pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tandasnya

Arianto mengatakan perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b, Ayat (2), Ayat (3) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dalam dakwaan subsidair.

“Meminta pada majelis hakim untuk menjatuhkan pidana penjara masing masing selama satu tahun dan enam bulan dikurangi selama Terdakwa menjalani tahanan dengan perintah supaya Terdakwa tetap ditahan,” ujar JPU Arianto.

Arianto menuturkan keduanya juga dituntut dengan pidana denda sebesar Rp 50 juta.

“Jika tidak dikembalikan maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan,” tandasnya. Serta membayar uang pengganti Rustam sebanyak Rp 79.931.800 sedangkan Bellyafrian harus membayar sebanyak RP 55.229.800 bila tidak di bayar ke dua nya ditambah hukuman nya selama 9 bulan kurungan (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *