Saksi Ahli Agraria berikan Keterangan dalam perkara jual beli tanah

Bandarlampung.Beritaphoto.id
Saksi Ahli Hukum Agraria dari Universitas Lampung, yang dihadirkan terdakwa Purwanto dalam perkaea jual beli tanah memberikan keterangan tentang bagaimana prosedur yg benar tentang Jual beli tanah .

Saksi Sumarja dalam keterangan nya di persidangan mengatakan bahwa jual beli tanah yang tidak dihadapkan kedua belah pihak di depan notaris sama saja seperti jual beli di bawah tangan.

“Jual beli seharuanya keduanya harus dihadirkan di depan notaris. Jika tidak itu dikatakan jual beli di bawah tangan,” katanya kepada majelis hakim di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandarlampung, Senin.

Dia melanjutkan jual beli di bawah tangan tidak di benarkan oleh pemerintah. Namun bukan berarti jual beli keduanya tidak sah.

“Saya tidak bisa katakan bahwa tidak sah, tapi yang jelas hal itu tidak dibolehkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsi mengatakan, terdakwa yang didampingi penasihat hukum nya mengatakan bahwa terdakwa dalam jual beli tanah tersebut ada itikad baik.

“Pembeli beritikad baik tetap harus memperhatikan azas-azas ketelitian di situ terdakwa tidak ada azas itu,” terangnya.Samsi

Dia melanjutkan terdakwa tidak mempunyai azas ketelitian seperti mencari tahu soal riwayat tanah tersebut.

“Kemudian tanah itu dari mana dan dasarnya jual tanah itu apa. Maka tidak bisa disebut sebagai pembeli beritikad baik,” kata dia.

Terdakwa perkara jual beli tanah tersebut dilakukan penahanan rumah oleh jaksa. Penahanan rumah merupakan pertimbangan lantaran terdakwa sakit-sakitan.

Sebekumnya, selama dalam penyidikan terdakwa tidak dilakukan penahanan sama sekali

“Karena pertimbanhan kita dia sakit makanya kita tahanan rumah. Nanti juga kalau sudah putus akan di tahan,” tutupnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *