Dana KONI Fokus untuk Persiapan Cabor PON

Bandarlampung,Beritaphoto.id
Ketua Umum Komite Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung Prof Dr Ir Yusuf S Barusman MBA, menegaskan bawah mereka tengah fokus dalam persiapan menghadapi PON XX 2021 Papua. Dengan demikian anggaran yang mereka terima dari Pemerintah Provinsi, difokuskan membiayai 26 Cabang Olahraga lolos PON.rabu (28/4/2021)

Pada rapat koordinasi dengan manager dan pendampingi Cabor PON XX, Rabu (28/4) di UBL Bandarlampung. Penggunaan anggara dana hibah Pemporv Lampung untuk Olahraga Prestasi, KONI provinsi Lampung saat ini sedang difokus untuk menggalang kekuatan ke PON XX Papua Oktober 2021 mendatang. Yusuf Barusman didampingi Ketua Harian Hannibal SH MH, Waketum I Prof Sunarto, Sekretaris Unum Drs Subeno dan Bendahara Umum Ir Liliyana Ali.

Yusuf menegaskan bahwa misi olahraga Lampung yang diemban seluruh insan olahraga terutama yang terkait langsung pada cabang olahraga yang lolos PON Papua adalah sangat berat.
“Kita punya pekerjaan yang sangat berat untuk mengembalikan kejayaan olahraga Lampung. Ini mudah, karena harus melalu tahapan yang sistematis dan terukur. Dari 26 Cabor yang lolos PON memang tidak serta merta perlakuan anggarannya sama dong. Kan sudah dipetakan untuk Cabang olahraga khusus, andalan dan potensial ini ada kriteria sendiri-sendiri. Tetapi semua saya jamin mendapat perlakuan bantuan dana,” katanya.

Lebih lanjut Dia menegaskan bahwa Dana yang sudah dialokasikan untuk Cabang olahraga tidak akan hilang. “Percayalah bahwa dananya tetap ada. Tidak hilang. Maka kami kumpulkan di sini agar lebih jelas bagaimana pola pengajuan dananya dan kegiatan apa yang aka disupport. Semua ada aturannya di sini, KONI kan juga diawasi ketat oleh tim audit intern yang kualified. Silahkan saja ajukan kepada KONI,” lanjut Rektor UBL itu.

Sedang Berproses
Dengan mundurnya waktu pelaksanaan PON yang semua pada tahun 2020 menjadi 2021, menyebabkan banyak hal terjadi. Termasuk dalam pembinaan dan program latihan bagi para atlet lolos PON. Untuk itu semua sedang dalam proses pematangan dan penyesuaian program yang sempat harus dilakukan reschedule.

“Kita menuju PON sekarang ini, artinya kita sedang berproses. Sama seperti daerah lain semua sedang berproses. Proses itu kan terkait dengan Atlet, Pelatih, program dan seterusnya. Ini terus dalam pemantauan KONI Lampung dan dimonitor. Bukan saja dimonitor tapi juga dianalisis,” kata Yusuf lagi.

Dalam menentukan target pun dilakukan secara realistis, dan dibicarakan dengan cabang olahraga yang bersangkutan. “Yang tahu persis di lapangan dan ruhnya cabang olahraga itu kan memang pihak pemilik cabor. Maka kami selalu melibatkan cabang olahraga dalam pemetaan seperti itu. Seperti dengan para manajer dan pelatih,” ungkapnya.

Proses prestasi menurut Yusuf sangat banyak faktor. Untuk mencapaikan, cabang olahraga perlu merencanakan program latihan, ujicoba, try-out, training camp, kompetisi, sirkuit dan sebagainya sesuai dengan kebutuhan si atlet itu.
“Kami persilahkan cabang olahraga yang mengajukan untuk try-out ke daerah lain atau bahkan ke luar negeri yang bisa dipertanggungjawabkan, pasti kita persilahkan. Kalau memang urgent, segera ajukan,” tegasnya.

Dalam situasi seperti saat ini yang terpenting menurut Yusuf adalah menjaga atlet Lampung tetap menjadi atlet Lampung seutuhnya. Melihat dari berbagai sisi mulai dari sikap mental atlet, emosi, semangat dan sebagainya.
“Intinya sekarang pekerjaan kita adan me-maintenance mental atlet. Tentu tidak mencampuri urusan teknis, hanya memberikan dorongan moril dan menaikkan kepercayaan diri dengan motivasi mereka secara langsung ke venue mereka latihan dengan memberikan penyemangat yang konkrit dan langsung didengar oleh atlet dan pelatih,” tambahnya.

Yusuf kembali mengajak semua pihak baik dari jajaran pemerintah maupun swasta untuk turut memberikan support moril maupun apapun bentuknya untuk memberikan kepercayaan kepada atlet Lampung yang akan berlaga di PON.

“Yang terpenting sekarang, jangan ada yang mengganggu atlet kita dalam bentuk apapun. Bantu mereka dengan doa dan support moril tanpa harus melakukan intervensi langsung ke atlet maupun pelatih. Saat ini waktu yang sangat krusial dalam persiapan, mereka harus terus fokus pada apa yang akan mereka sepakat untuk dicapai di PON,” pungkas Yusuf. (ha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *