Tahun Kedua Shalat Id di Rumah

Beritaphoto.id
Pandemi Covid-19 Virus Corana bukan hanya merampas hak manusia untuk tradisi Mudik ke Kampung Halaman, namun juga salah satu shunah wajib bagi umat Rosulullah Nabi Muhammad SAW. Yaitu shalat Id Idul Fitri 1 Sawal 1442 Hijriah, lantaran adanya himbauan dan larangan untuk menggelar sholat Id di Masjid dan Lapangan bagi daerah-daerah zona merah dan orenge.

Di Lampung hanya ada tiga Kabupaten yang diperbolehkan menggelar shalat Id di Masjid/Mushola dan Lapangan, yaitu Tulangbawang, Way Kanan dan Tanggamus karena ketiga daerah tersebut masuk dalam zona kuning. Sesuai dengan peraturan Protokol Kesehatan Covid-19 Lampung maka hanya tiga daerah tersebut, yang diizinkan menggelar shalat Id di Lapangan dan Masjid, sedangkan 12 Kabupaten/Kota warganya harus kembali menggelar sholat ied di rumah masing-masing seperti ied tahun lalu.

Terkait pelaksanaan shalat Idul Fitri, Pemerintah Provinsi Lampung telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) No. 045.2/807/2/2021 tentang penyelenggaraan shalat Id dan malam takbiran.

Khusus Kota Bandarlampung, status zona orenge kembali ditetapkan lantaran bertambahnya kasus-kasus baru pasien yang terkonpirmasi, semki pemerintah setempat sempat mencanangkan Bandarlampung menuju zona hijau awal tahin 2021 ini. Namun ada beberapa faktor yang membuat misi tersebut gagal yaitu Lampung pintu gerbang Sumatera dan banyak wisata laut, sehingga banyaknya wisatawan nasional berdatangan dan kurang disiplinnya warga terhadap Prokres.

“Ini tahun kedua kami tidak boleh menggelar shalat Id di Lapangan. Tahun lalu kami shalat di rumah dan tahun inipun ada larangan bagi warga Bandarlampung untuk shalat di Lapangan dan Masjid,” kata Meizarwanto salah satu warga Sawah Brebes Tanjungkarang Timur Bandarlampung.

Kota Bandarlampung pada awal Mei ini mengalami kenaikan meskipun menurut Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyebutkan bahwa saat ini, kasus Covid-19 mengalami peningkatan yaitu 33 persen. Namun hal tersebut tentunya akan menjadi berbeda pasca Lebaran nanti mengingat sepanjang Bulan Suci Ramadhan atau Puasa, jalan ramai bahkan cenderung macet di hampir semua jalanan.

Kepala Dinas Kesehatan Bandarlampung Edwin Rusli, menjelaskan peningkatan kasus Covid-19 saat ini akibat mulai banyak masyarakat yang berdatangan dari luar kota karena mau lebaran di daerah tersebut. Dia menambahkan meski sudah ada larangan orang luar daerah datang ke Bandarlampung, baik itu maupun hanya sekedar berkunjung sesuai dengan anjuran Presiden.

Untuk menekan dan memutus mata rantai penyebara Covid-19 di Kota Bandarlampung khususnya, mereka juga tetap melakukan 3T yakni Testing, Tracing dan Treatment, tes rapid antigen di perbatasan juga sudah dilakukan selama dua pekan sebelum Lebaran.

Saat ini di Lampung tercatat 16.635 kasus, dimana jumlah tersebut tersebar di 15 Kabupaten/Kota. Diantaranya adalah Bandarlampung berjumlah 5.616 kasus, sebanyak 5.186 telah sembuh dan 349 orang meninggal dunia. Kemudian kasus terbanyak kedua Lampung Tengah 2.499 kasus, sebanyak 2.333 pasien berhasil sembuh dan 146 orang meninggal dunia. Lampung Utara berada di urutan ketiga dengan jumlah 1.492 kasus, sebanyak 1.270 telah berhasil sembuh dan 47 pasien meninggal dunia.

Lampung Timur tercatat ada sebanyak 1.320 kasus, 1.144 pasien telah dinyatakan sembuh dan 81 orang meninggal dunia. Sementara itu Lampung Selatan memiliki 1.021 kasus, 923 di antaranya telah berhasil sembuh dan 55 lainnya telah meninggal dunia. Total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Lampung berjumlah 16.635 kasus, sebanyak 908 pasien telah dinyatakan meninggal dunia dan 15.050 pasien berhasil sembuh, saat ini sebanyak 677 pasien dalam penyembuhan atau isolasi mapun isolasi mandiri.(Ha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *