Ali Imron, Anggota DPRD Lampung Ajak Warga Kedepankan Musyawarah Bila Ada Konflik di Masyarakat

Lampung Timur, Beritaphoto.id
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung H. Ali Imron mengajak masyarakat untuk melestarikan budaya luhur yang banyak dimiliki bangsa Indonesia.

Imron mencontohkan warisan budaya luhur yang harus dilestarikan. Ketika menghadapi konflik, masyarakat akan berembuk, bermusyawarah dan mengutamakan pendekatan kekeluargaan untuk mencari solusi terbaik.

Dengan cara seperti itu, setiap persoalan atau konflik di masyarakat bisa diselesaikan dengan baik, kehidupan masyarakat tetap terjaga dan damai.

“Budaya musyawarah atau berembuk seperti itu sudah ada sejak dulu dan harus dilestarikan,” kata Ali Imron anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Lampung ini, saat Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Rembuk Desa/Kelurahan.

Sosialisasi berlangsung di Balai Desa Kebondamar, Kecamatan Matarambaru, Kabupaten Lampung Timur, Sabtu 3 Maret 2021.

Sosper dihadiri aparat desa, tokoh agama, masyarakat dan tokoh pemuda setempat. Juga hadir, Kepala Desa Kebondamar Ilham Tri Pandoyo, Anggota DPRD Lampung Timur dari Fraksi Golkar, Imam Muzaki.

Imron berkeyakinan masyarakat Kebondamar masih menjaga dengan baik budaya luhur bangsa. Hal ini terlihat dari kehidupan masyarakat di desa sentra produksi ikan pari asap yang damai dan aman.

Sosialisasi Perda tentang Rembuk Desa/Kelurahan, menurut Ali Imron anggota DPRD Lampung Dapil Lampung Timur ini, bisa disebut sebagai bukti pentingnya melestarikan budaya bangsa Indonesia.

pMenurut dia, perda itu makin menguatkan sekaligus mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan sarana rembuk desa/keluarga dalam menyelesaikan konflik. “Setiap ada persoalan, misalnya, perselisihan tapal batas tanah atau konflik keluarga, selesaikan melalui rembuk desa secara kekeluagaan. Jangan dulu dibawa ke ranah hukum atau lapor ke penegak hukum,” kata Ali Imron.

Membawa konflik ke ranah hukum, menurut politisi Golkar dari Brajaselebah, Lampung Timur itu, justru bisa menimbulkan kerugian yang lebih besar. “Tidak hanya yang bersengketa yang rugi. Tetapi keluarga dan masyarakat juga bisa dirugikan. Belum lagi biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit,” kata Imron.

Karena itu, Ali Imron kembali mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan dengan saling menjaga dan menghargai perbedaan keyakinan, agama, maupun suku. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *