Jaksa Penuntut Umum Hadirkan Enam Saksi Terkait Penipuan Pembayaran Pajak Rp17 Miliar Dengan Terdakwa Joko Sudibyo

Bandarlampung ,Beritaphoto.id
Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Maranita menghadirkan enam saksi dalam perkara lanjutan penipuan pembayaran panjak senilai Rp34 miliar dengan terdakwa Joko Sudibyo.sidang di gelar Di PN kelas 1Q Tanjungkarang ,senin(2/8/2021)

“Saksi yang hadir hari ini enam orang terkait pajak,” katanya dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kelas I Tanjungkarang

Dia melanjutkan enam orang yang dihadirkan tersebut di antaranya Sugiarto Hadi selaku Direktur PT Sumber Urip Sejati Utama; Sutrisno seorang supir; Susi Imelda selaku mantan staf; dan Yeni Setiawati seorang wiraswasta.

Kemudian dua saksi lainnya yakni, Rida Handani selaku Kasubdit Pemeriksaan Pajak Pusat, Jakarta dan Benny Hutagalung selaku Sektetaris Jenderal Indonesia Crisis Center (Sekjen ICC).

Dalam persidangan tersebut, jaksa mempertanyakan kepada para saksi terkait pembayaran pajak PT Sumber Urip Sejati Utama melalui terdakwa Joko Sudibyo.

Terdakwa Joko Sudibyo menjalani sidang atas perkara penipuan dengan modus membantu pembayaran pajak terhadap korbannya.

Peristiwa tersebut terjadi pada bulan November 2011 saat saksi Sugiarto Hadi selaku Direktur PT Sumber Urip Sejati Utama mendapat surat panggilan dari penyidik pajak pusat, Jakarta atas dugaan penunggakan pajak PPN sebesar 34 milyar sejak tahun 2009 hingga 2011 yang dilakukan PT Sumber Urip Sejati Utama.

Atas permasalahan pajak, Sugiarto menghubungi terdakwa Joko Sudibyo meminta tolong untuk menyelesaikan permasalahannya dikarenakan terdakwa juga merupakan seorang rekan bisnis pupuk di PT Sumber Urip Sejati Utama.

Terdakwa kemudian melakukam pertemuan di Jakarta dan saat itu bertemu Rida Handani selaku Kasubdit Pemeriksaan Pajak menjelaskan terkait pajak dan mengatakan kepada Sugiarto agar mengembalikan kerugian negara sesuai dengan faktur pajak.

Mendengat itu, terdakwa ke.udian meminta kepada Sugiarto agar menyiapkan uang sebesar Rp13,5 miliar serta uang jasa pengurusan pajak sebesar Rp3,5 miliar.

Kemudian korban membayarkan uang tersebut melalui transfer rekening secara bertahap. Uang yang sudah diterima terdakwa, kemudian hanya dibayarkan pajak untuk tahun 2009 sebesar Rp1.534.604.870, yang seharusnya untuk tahun 2009 sebesar Rp4.209.402.552.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *