Terpidana korupsi Alay ajukan PK terkait perampasan aset untuk Negara

Bandarlampung,Beritaphoto.id
Terpidana korupsi Sugiarto Wiharjo alias Alay melalui penasihat hukumnya, Sujarwo mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung.

Dalam agenda sidang tersebut, penasihat hukum mengajukan saksi ahli serta pembuktian di antaranya tiga bukti berupa novum dalam perkara Alay.

“Kami telah ajukan saksi ahli dan tiga bukti novumĀ terhadap putusan 501 dengan putusan 18 tahun, denda Rp500 juta, dan hukuman tambahan berupa uang pemgganti (UP) Rp106 miliar,” kata Sujarwo dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung, Kamis.

Dia melanjutkan dalam persidangan, Sujarwo juga mempertanyakan sejumlah aset milik terpidana Alay yang telah dirampas untuk negara dalam putusan beberapa waktu lalu.

“Saya menanyakan harta yang telah dirampas negara sejauh ini ke mana. Jika memang telah di lelang kapan di lakukan pelelangan dan berapa jumlahnya,” kata dia.

Ia menambahkan hingga saat ini, pihaknya selaku penasihat hukum terpidana Alay belum pernah mendapatkan pemberitahuan bahwa ada pengurangan kerugian negara hasil dari pelelangan sejumlah aset yang telah dirampas negara.

“Dari harta yang di rampas dan di lelang kami tidak pernah diberi tahu pemberitahuan sesuai dengan surat keputusan Mahkamah Agung sebagai jaksa eksekutor. Justru dari surat yang kami tahu di Lapas Gunung Sindur, Alay masih punya kewajiban sebesar Rp106 miliar,” kata dia lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.