Manajer dan Pelatih Harus Fokus Urus Atlet

Bandarlampung,Beritaphoto.id
Manager dan Pelatih harus fokus mengurusi atletnya, yang akan dan bertanding di PON XX/2021 Papua Oktober mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung Prof M Yusuf S Barusman, saat rapat koordinasi dengan cabang olahrag PON di di gedung Pasca Sarjana UBL Bandarlampung, Senin (6/9).

Yusuf mengingatkan bahwa kontingen Lampung saat ini sudah terbentuk dan resmi menjadi pasukan, yang akan berjuang mengembalikan kejayaan olahraga Lampung di tingkat nasional pada PON XX Papua 2-15 Oktober 2021. Menurutnya fokus dan disiplin dalam membimbing atlet, akan menjadi salah satu kunci kesuksesan pada pertandingan mendatang.

“PON kali ini sangat berbeda, pertama saat ini dimasa Pandemi Covid-19 yang belum pernah dalam sejarah terjadi. Bahkan karena Pandemi ini juga, PON sempat tertunda setahun. Yang kedua tempatnya di Papua, Indonesia bagian timur yang mempunyai karakter alam cukup berbeda. Semua orang termasuk panitia besar PON ini belum punya pengalaman untuk melakukan even di masa pendemi seperti ini,” kata Yusuf.

Yusuf juga menjelaskan, semua yang menjadi anggota kontingen Lampung. Wajib hukumnya untuk bekerja keras diposisi masing-masing, baik itu dibidang teknis maupun non teknis.

“Manajer, Pelatih dan ofisial wajib mengurus segala keperluan atletnya dengan sepenuh hati. Ingat, assetnya adalah atlet. Karena yang bertanding kan atletnya. Maka perlu dimengerti dengan seksama, saat ini atlet harus menjadi yang utama untuk dilayani kebutuhannya. Jangan sampai terjadi gangguan fisik maupun psikis sekecil apapun di sini,” lanjutnya.

Yusuf mengingatkan bahwa komunikasi antar lini harus berjalan dengan baik mulai dari penitia pendamping, satuan tugas KONI dan cabor yang bertanding. Harus menyatukan misi awalnya yakni meraih medali sebanyak-banyaknya untuk menaikkan rangking dalam klasemen nasional.

“Satu cara yang terbaik untuk meraih itu, yakni bersatu. Saat ini waktunya untuk bersatu, jangan sampai ada yang mau menang sendiri dalam berpendapat, karena bisa menjadi bumerang kita semua. Teamwork yang utama. Di sini tidak ada superman, yang ada superteam. Kerjasama dan kekompakan yang akan mengantarkan kontingen ini kembali ke Lampung dengan wajah tegak dan senyum,” tambahnya. (ha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *