Softball Lampung Masuk Zona Medali PON

Jayapura,Beritaphoto.id
Tim Softball Lampung berada dijalur yang benar, guna meraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua. Hal itu dibuktikan dengan meraih kemenangan di laga terakhir babak penyisihan, Selasa (28/9) siang di Lapangan Sofbol Universitas Cindrawasi Kota Jayapura.

Kepastian anak-anak Lampung itu meraih tiket 4 besar dan akan bertemu dengan DKI Jakarta sebagai pemimpin klasemen, setelah menaklukkan Papua Barat dengan skor
6-0 di pertandingan Selasa ini.

Lampung harus bermain hingga inning ke-7 dengan menyelesaikan gim ini dalam kedudukan 6-0,. Di inning 2 (4-0), dan inning 5 (2-0), dengan waktu sekitar 2 jam lebih.
Dengan kemenangan ini Lampung memastikan di empat besar, dan sampai titik ini sudah dipastikan masuk dalam zona medali.

Manajer tim Softball Lampung Fillie Anggun Sari mengatakan bahwa target sementara tercapai dengan menyapu bersih sisa pertandingan setelah beberapa hari sebelumnya mengalami satu kekalahan dari DKI Jakarta.

Pelatih Softball Lampung Yolly Maristo dengan semangat mengatakan bahwa Softball Lampung mengukir sejarah untuk pertama kalinya masuk dalam lingkaran grand Final dan memastika medali perunggu di tangan.

“Ini sejarah. Di PON Softball Lampung belum pernah sampai pada babak ini dan selalu gagal masuk empat besar. Saat ini ada momentumnya untuk meraih medali emas. Sebab besok DKI Jakarta akan berhadapan dengan Sulawesi Tenggara. Bagi kami tidak masalah siapapun yang menang. Namun kami berharap DKI Jakarta kalah, karena secara moril akan berbeda.” Kata Yolly usai pertandingan.

Lawan berikutnya bagi Lampung di grand final adalah antara Sultra maupun DKI Jakarta. Posisi di peringkat dua sudah tidak berubah, namun lawan yang bisa saja berubah.
“Bisa ketemu DKI atau Sultra. Jika Sultra menang atas DKI, maka Lampung tetap rangking 2, dan jika Sultra kalah kita juga tetap rengking 2. Tinggal siapa yang menang, itulah lawan kita,” tutur Yolly.

Seperti diketahui, Softball Lampung sudah 3 kali tembus PON, yakni tahun 2008 di Kalimantan Timur dan 2012 di Riau, serta kali ini 2021 di Papua. (ha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.