Koordinator Pidana Umum Kejati Lampung Buka dan jadi Narasumber pada Seminar NMCC .

Bandarlampung. Beritaphoto.id
Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung diwakil oleh Koordinator Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Lampung I Wayan Suardi, S.H., M.H. membuka dan jadi Narasumber Seminar pada acara Lomba Peradilan Semu Tingkat Nasional National Mootcourt Competition Anti Human Trafficking dengan tema Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, kepada para Delagasi dan Observer pada Seminar Nasional secara Virtual maupun Tatap Muka. Jumat (8/10/2021)

Piala Prof. Hilman Hadikusuma ke-2 yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Lampung. Acara tersebut turut dihadiri oleh Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Karomani, M.Si., Dekan Fakultas Hukum Universitas Lampung Dr. M. Fakih, S.H., M.S. beserta jajaran dan Ketua IKA Alumni Universitas Lampung Fadri Auli, S.H., M.H. dan Pengacara Sopian Sitepu.

NMCC (National Moot Court Competition) merupakan kompetisi bergengsi bagi Mahasiswa Fakultas Hukum di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan ajang bagi para Mahasiswa Fakultas Hukum untuk mengasah kemampuan di bidang ilmu hukum baik secara teoritis maupun dalam sistem peradilan semu (praktik).

Perlombaan tersebut diikuti sebanyak 8 Delegasi dan 2 observer yang terdiri dari beberapa Universitas di Indonesia, diantaranya Universitas Bhayangkara Surabaya, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Brawijaya, Universitas Jambi, Universitas Sam Ratulangi Manado, Universitas Sebelas Maret dan Universitas Sumatera Utara, sedangkan Observer yaitu Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung dan Universitas Malahayati.

Pada kesempatan tersebut, Koordinator Pada Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Lampung dalam sambutannya menyampaikan dia sangat menyambut baik diselenggarakan acara tersebut, dikarenakan fakta tentang tindak pidana perdagangan orang yang terjadi di Indonesia merupakan permasalahan yang sangat kompleks yang tidak lepas dari faktor-faktor ekonomi, sosial, budaya, dan politik yang berkaitan erat dengan perdagangan orang.

Lanjut nya berdasarkan data dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara yang berada di urutan ketiga sebagai pemasok perdagangan orang khususnya perempuan dan anak. Berdasarkan hal tersebut, melalui National Moot Court Competition Anti Human Trafficking Piala Prof. Hilman Hadikusuma, diharapkan dapat menjadi wadah untuk mempelajari dan menerapkan sistem peradilan yang nyata dalam memberantas dan mengadili tindak pidana Perdagangan Orang (Human Traffic King) di Indonesia.,kata nya

Acara tersebut berjalaan dengan lancar dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan yang ketat. (Rills/ kjt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *