Polairud Polda Lampung R J Tiga Pelaku Kasus Tindak Pidana

Bandarlampung.Beritaphoto.id
Dit Polairud Polda Lampung melakukan upaya hukum restoratif justice terhadap tiga tersangka pelaku yang terlibat dalam tindak pidana.

“Tiga tersangka itu dalam tiga kasus. Restoratif justice yang kita lakukan merupakan periode Januari 2022 hingga saat ini,” kata Direktur Polairud Kombes Pol Sis Mulyono melalui Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Lampung, AKBP Ruzwan Bahri di Bandarlampung, Rabu.(2/11/2022)

Bacaan Lainnya

Dia melanjutkan tiga pelaku kasus pidana telah dilaku upaya hukum restoratif justice tersebut di antaranya kasus pengerusakan kapal, pencurian mesin, dan penganiayaan terhadap nelayan.

Para pelaku tersebut, lanjut dia, telah melakukan perdamaian bersama korban dan telah mengembalikan kerugian yang diderita korban sehingga pihak Polairud melakukan upaya restoratif justice.

“Perdamaian mereka disaksikan oleh Binmas Air, tokoh masyarakat, agama, pihak korban, dan pihak pelaku. Setelah mereka berdamai dan tidak ada saling merugikan baru mereka berkoordinasi dengan kami,” kata dia.

Ruzwan menambahkan upaya restoratif justice terhadap korban dan pelaku tersebut terlaksana berdasarkan syarat dan kategori perkara di antaranya kerugian di bawah Rp3 juta, telah berdamai, dan lainnya.

Setelah korban dan pelaku melakukan perdamaian ditingkat bawah disaksikan dengan personel Polairud, kemudian kedua belah pihak akan berkoordinasi dengan Polairud menyampaikan bahwa mereka telah berdamai.

“Kami mengkonfirmasi keinginan masyarakat. Bersama Inspektorat, Paminal Propam, dan Bidkum akan melihat apakah masuk dalam upaya restoratif justice. Jika masuk, maka kami melakukan upaya itu,” kata dia lagi.

Dalam upaya hukum restoratif justice, pihaknya mewanti-wanti baik kepada seluruh personel maupun masyarakat terkait agar tidak memanfaatkan atau mencari keuntungan melalui restoratif justice.

Pihaknya menginginkan adanya perdamaian terhadap kedua belah pihak yabg dijembatani para tokoh dan kepolisian tanpa mahar dengan tujuan agar diberikan restoratif justice.

“Yang penting korban sudah berdamai tidak menuntut apapun selain kerugian yang dideritanya. Kepada tokoh maupun kepolisian yang terlibat juga agar tidak memanfaat ini, seperti meminta pembayaran agar dapat di restoratif justice. Jika itu ada, maka kami akan berikan sanksi tegas karena kami menginginkan ini murni keinginan mereka,” katanya.(red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan