*Kurang Dari 1×24 Jam, Polresta Bandar Lampung Ringkus Kernet Tangki Pertamina Yang Aniaya ODGJ Hingga Tewas

oleh

Bandar Lampung – Beritaphoto.id
Unit Reskrim Polsek Kedaton dan Tekab 308 Polresta Bandar Lampung berhasil meringkus MYA (21), pria yang bekerja sebagai kernet Tangki Pertamina, lantaran diduga keras merupakan pelaku penganiayaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) hingga tewas.

Peristiwa penganiayaan ini terjadi pada Rabu (14/2/2024) di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung sekitar pukul 09.30 WIB.

Warga kecamatan Simpang Sugih, Kertapati, OKI, Sumatera Selatan ini diringkus Polisi di sebuah parkiran SPBU di wilayah Sukaraja, Teluk Betung Selatan Bandar Lampung, pada Rabu (14/02/2024) sore.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Dennis Arya Putra mengatakan, kasus ini terbongkar berawal ketika korban yang tanpa identitas ditemukan warga tewas bersimbah darah.

“Awalnya pada 14 Februari lalu warga menemukan sesosok pria tewas bersimbah darah di depan sebuah ruko di Kedaton. Belakangan diketahui dari keterangan warga bahwa pria tersebut merupakan ODGJ yang memang sering berada di wilayah itu,” katanya, Senin (19/2/2024).

Kemudian lanjut Dennis, dari hasil keterangan warga bahwa pria anonim ini dianiaya seseorang pria yang mengendarai mobil tangki Pertamina.

“Dari keterangan warga juga kami mendapatkan informasi bahwa pelaku ini terlihat naik ke mobil tangki milik Pertamina. Berdasarkan informasi itu kami lakukan penyelidikan dan akhirnya pelaku berhasil kita tangkap,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan, MYA (21) tega menganiaya korban hingga tewas, lantaran kesal karena mobil tangki yang sedang yang dikendarainya dilempar batu oleh korban hingga kaca mobil depan pecah.

“MYA (21) menganiaya korban dengan cara memukul kepala korban dengan menggunakan sebilah besi panjang,” ungkap Dennis.

Kini, Pelaku MYA (21) dan sebilah besi panjang diamankan di Mapolsek Kedaton guna pengusutan lebih lanjut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *