Bandarlampung – Beritaphoto.id
Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung melaksanakan rapat koordinasi terkait pengawasan aliran kepercayaan dan keagamaan masyarakat (Pakem).
Kita berkoordinasi bersama unsur terkait guna pengawasan aliran kepercayaan dan keagamaan ini,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandarlampung, Baharrudin saat membuka kegiatan Pakem di selenggarakan di Kejari Bandarlampung kamis
Dia melanjutkan koordinasi terkait pengawasan aliran kepercayaan dan keagamaan tersebut dilaksanakan bersama kepolisian, Kemenag, FKUB, Kesbangpol, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
Menurutnya, Badan Koordinasi Pakem ini membahas mengenai pelaksanaan pengawasan dan deteksi dini terhadap aliran-aliran kepercayaan dan keagamaan yang ada pada masyarakat yang berpotensi menimbulkan keresahan dan membahayakan negara serta berpotensi menodai agama.,tegas nya
Kasat Intel Kejari Bandarlampung M. Iqbal Firdaozi SH.MH menambahkan forum tforum ini diharapkan sebagai saring informasi serta dapat mengeluarkan kebijakan dan langkah strategis serta solusi jika ditemukan adanya potensi pelanggaran terhadap aliran kepercayaan dan keagamaan. Ujar nya
Pada koordinasi tersebut, lanjut dia, dirinya
menekankan agar dalam menyelesaikan permasalahan yang ada selalu melibatkan semua pemangku kepentingan, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat dengan mengedepankanmusyawarah sehingga akan selalu terjaga kondusivitas di Kota Bandarlampung.
“Melibatkan semua stakholder akan memudahkan kita semua dalam mencari jalan keluar. Sehingga nantinya dapat tepat sasaran tidak meresahkan bagi masyarakat Bandarlampung,” katanya.
Kasat Intel polresta Bandarlampung Andy Yunara menjelas kan kota Bandarlampung pada umum nya kondusif ,walau ada beberapa masalah tentang rumah peribadatan yang belum lengkap perizinan nya yg di pakai untuk beribadah dan mendapat penolakan dari warga sekitar nya namun masih dalam batas masih bisa di atasi dan aman ,dan kita tetap memantau agar persoalan tidak sampai membesar ,ujar nya
Tambah nya ada beberapa organisasi yang masih dalam pantau an seperti HTI ,Khalifah Muslimin dan Ahmadiyah tapi tetap kita pantau segala kegiatan nya tegas yunara (*)

