MAKASSAR, Beritaphoto.id
21 September 2026 – Pembenahan data kendaraan, kemudahan pelayanan, dan penguatan pemahaman masyarakat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kepatuhan terhadap kewajiban pajak kendaraan bermotor. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)dan memperkuat perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas.Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan SAMSAT dan Sinergi Pemungutan Opsen PajakSe-Sulawesi Selatan, yang digelar di Hotel Mercure Makassar, Jumat (18/9/2026).
Direktur Operasional Jasa Raharja, Ariyandi, yang hadir dalam agenda tersebut,menyampaikan bahwa optimalisasi pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)membutuhkan kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem Samsat.Menurutnya, upaya tersebut perlu didukung dengan penguatan data, kemudahanakses layanan, serta pemahaman masyarakat mengenai kewajibannya.
“Tentunya, membangun pelayanan yang mudah, transparan, dan dipercayamasyarakat adalah salah satu upaya kita bersama untuk mengoptimalkan pendapatan,
” Ariyandi.Dalam upaya tersebut, Jasa Raharja siap memperkuat sinergi dengan Bapenda danKepolisian melalui validasi data kendaraan, penguatan kanal pelayanan, sertaedukasi kepada masyarakat.
Langkah ini diharapkan dapat mendukung peningkatankepatuhan sekaligus membuat pelayanan Samsat semakin mudah diaksesmasyarakat.Ariyandi menambahkan, kepatuhan masyarakat dalam membayar PKB tidak hanyaberkaitan dengan kewajiban administrasi, tetapi juga memiliki keterkaitan denganpembangunan daerah dan perlindungan masyarakat melalui SWDKLLJ.
“Ketikamasyarakat memenuhi kewajibannya, manfaatnya kembali kepada masyarakatmelalui pembangunan daerah dan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan,”tambahnya.Sementara itu, Tenaga Ahli Pemprov Sulsel, Irwan, mengatakan pembangunandaerah dapat diperkuat melalui penerapan kebijakan opsen. Melalui kebijakantersebut, bagian dari penerimaan PKB dapat masuk langsung ke kas pemerintahkabupaten/kota berdasarkan potensi kendaraan yang ada di masing-masing wilayah.
Irwan juga mengusulkan adanya kajian mengenai penyesuaian tarif PKBberdasarkan wilayah. Menurut dia, langkah tersebut dapat mendorong masyarakatmembeli dan mendaftarkan kendaraan di daerah asal, sekaligus mencegahkonsentrasi kendaraan dan potensi penerimaan pajak hanya di Kota Makassar.Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Selatan, AndiWinarno Eka Putra, menekankan pentingnya integrasi data dan inovasi pelayanandalam mengoptimalkan pemungutan pajak dan opsen pajak di wilayah SulawesiSelatan.
“Optimalisasi pemungutan pajak dan opsen pajak ini menuntut integrasi data yang solid serta inovasi layanan yang langsung menyentuh masyarakat di berbagai kabupaten/kota,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri,Agus Fatoni, menyampaikan bahwa pemerintah pusat terus mendorong pemerintah daerah di Sulawesi Selatan untuk mengoptimalkan implementasi opsen.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian fiskal daerah.Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri, antara lain Kepala Divisi Asuransi jasa Raharja Akhdiyat Setya Purnama, Kepala Divisi Pelayanan Jasa Raharja DodyApriansyah, Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sulawesi Selatan Arny I.Tenriajeng, Kepala Bapenda Sulawesi Selatan Andi Winarno Eka Putra, KasubditRegident Ditlantas Polda Sulsel Kompol Kasman, serta para Kepala UPT Samsatdan Bapenda kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.(*)













