banner 728x250

Cegah Kelangkaan, Polda Lampung Pantau Stok dan Harga Beras Premium

banner 468x60

LAMPUNG – Beritaphoto.id
Polda Lampung bersama Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras Wilayah Lampung memantau harga dan ketersediaan beras di tiga ritel modern di Kota Bandar Lampung, Sabtu (3/10/2026).

Hasil pemantauan menemukan stok beras premium terbatas di sejumlah gerai, sementara pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) belum merata.

Example 300x600

Pemantauan dilakukan di Chandra Supermarket Tanjung Karang, Superindo Tirtayasa, dan Indogrosir Soekarno Hatta.

Kegiatan melibatkan Ditreskrimsus Polda Lampung, Satreskrim Polresta Bandar Lampung, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog Wilayah Lampung, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, pemantauan dilakukan untuk memastikan harga beras di tingkat konsumen tetap sesuai ketentuan pemerintah.

“Polda Lampung bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan terhadap harga dan ketersediaan beras. Kami ingin memastikan penjualan di tingkat konsumen berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Yuni, Minggu (4/10/2026).

*Stok Premium Kosong, Pembelian Dibatasi*

Dalam pemeriksaan di Superindo Tirtayasa, stok beras premium dilaporkan kosong selama sekitar satu bulan. Pengelola menyebut pasokan bergantung pada pengadaan dan pengiriman dari kantor pusat.

Sementara itu, Indogrosir Soekarno Hatta hanya menyediakan beras premium kemasan 10 kilogram, yakni merek Rosa sebanyak 8 ton atau sekitar 800 sak dan Dua Koki sekitar 100 sak. Beras kemasan 5 kilogram tidak tersedia saat pemeriksaan.

Untuk mencegah stok habis dalam waktu singkat, Indogrosir membatasi pembelian berdasarkan kategori keanggotaan. Anggota rumah tangga dibatasi maksimal satu sak per transaksi, sedangkan anggota warung yang membeli untuk dijual kembali maksimal tiga sak per transaksi.

Di Chandra Supermarket, pengelola juga mengaku membatasi pembelian ketika permintaan dalam jumlah besar meningkat. Kondisi itu terjadi karena sejumlah pedagang pasar tradisional berupaya membeli beras di ritel modern saat harga di pasar tradisional melonjak.

“Dari hasil pengecekan, kami mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi stok dan kendala distribusi di lapangan. Informasi tersebut menjadi bahan koordinasi bersama instansi terkait untuk mengantisipasi gangguan pasokan,” ujar Yuni.

*Beras SPHP Rp 62.500, Pasokan Jadi Perhatian*

Selain beras premium, Satgas turut memantau ketersediaan beras SPHP. Di Chandra Supermarket, beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp 62.500.

Namun, stok di Superindo saat pemeriksaan sedang kosong, sedangkan Indogrosir melaporkan pasokan SPHP terbatas dan tidak menentu.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena beras SPHP berperan sebagai alternatif bagi masyarakat ketika beras premium sulit diperoleh.

Di sejumlah wilayah, penyerapan stok SPHP dilaporkan berlangsung cepat sehingga kelancaran pengiriman menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketersediaan.

Berdasarkan hasil pemantauan, ritel yang diperiksa melaporkan penjualan beras premium kemasan 10 kilogram sebesar Rp 149.000, sesuai HET yang menjadi acuan dalam kegiatan tersebut.

Meski demikian, pelaku usaha menyampaikan harga modal dari pemasok relatif tinggi sehingga margin penjualan menjadi tipis.

Yuni menegaskan, pemantauan tidak hanya berfokus pada harga jual, tetapi juga mencakup ketersediaan stok dan mutu beras yang dipasarkan kepada masyarakat.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan harga, mutu, dan distribusi beras. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, tentu akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Yuni.

Dirreskrimsus Polda Lampung Kombes Pol Heri Heryawan mengatakan, pengawasan dilakukan bersama instansi terkait untuk memastikan distribusi dan perdagangan beras berjalan sesuai aturan.

Pengawasan juga diarahkan untuk mengidentifikasi kendala di lapangan serta menindaklanjuti dugaan pelanggaran apabila ditemukan bukti yang cukup.

“Sebagai tindak lanjut, Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras Wilayah Lampung menjadwalkan pemantauan pada Senin (5/10/2026) di Pasar Way Halim, Pasar Gintung, Pasar Tugu, Pasar Kangkung, serta Toko Beras Sariwangi Teluk di Kota Bandar Lampung,” ujar Heri Heryawan.

Melalui kegiatan tersebut, pengawasan diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi harga dan ketersediaan beras, sekaligus menjadi dasar koordinasi untuk menjaga stabilitas pasokan dan melindungi masyarakat sebagai konsumen.

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *