banner 728x250

Tindak Lanjut Perkuliahan Warga Binaan, Universitas Bandar Lampung Hadir Berikan Solusi dan Pendampingan

banner 468x60

Bandar Lampung,Beritaphoto.id.
Komitmen dalam memberikan akses pendidikan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terus diperkuat oleh Lapas Kelas I Bandar Lampung. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi perkuliahan yang sebelumnya telah dilaksanakan, Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali hadir dengan mengirimkan tim untuk memberikan penjelasan, menjawab berbagai pertanyaan, serta mencari solusi atas kendala yang dihadapi Warga Binaan dalam mengikuti kegiatan perkuliahan.rabu (25/9)

Kegiatan berlangsung di Perpustakaan Lapas Kelas I Bandar Lampung dan diikuti oleh perwakilan tim dari Universitas Bandar Lampung, Staff Pembinaan Lapas Kelas I Bandar Lampung Bapak Fitra Herdi, serta Warga Binaan yang sedang mengikuti pendidikan perkuliahan.

Example 300x600

Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai pertanyaan dan kendala yang berkaitan dengan proses perkuliahan. Mulai dari mekanisme pembelajaran, administrasi akademik, pelaksanaan tugas, komunikasi dengan pihak kampus, hingga hal-hal teknis lainnya yang berkaitan dengan keberlangsungan pendidikan selama menjalani masa pembinaan di Lapas.

Kehadiran tim dari Universitas Bandar Lampung menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa Warga Binaan yang sedang menempuh pendidikan tetap mendapatkan pendampingan dan informasi yang jelas. Diskusi berlangsung secara terbuka dan interaktif, sehingga berbagai permasalahan yang disampaikan dapat dibahas bersama untuk menemukan solusi yang dapat diterapkan.

Staff Pembinaan Lapas Kelas I Bandar Lampung, Bapak Fitra Herdi, turut mendampingi jalannya kegiatan dan memastikan komunikasi antara Warga Binaan dengan pihak universitas dapat berjalan dengan baik. Pendampingan ini merupakan bentuk dukungan Lapas terhadap hak Warga Binaan untuk memperoleh pendidikan sebagai salah satu bagian dari proses pembinaan.

Kabid Pembinaan Lapas Kelas I Bandar Lampung, Bapak Gatot Suariyoko, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembinaan Warga Binaan.

“Kami ingin memastikan bahwa Warga Binaan yang memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dapat menjalankannya dengan baik. Karena itu, setiap kendala yang muncul perlu kita komunikasikan dan carikan solusinya bersama. Kehadiran tim dari Universitas Bandar Lampung hari ini merupakan bentuk sinergi yang sangat baik untuk memastikan proses perkuliahan tetap berjalan,” ujar Gatot.

Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan di dalam Lapas bukan hanya berkaitan dengan kegiatan akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan Warga Binaan agar memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ibu Ike Rahmawati, mengapresiasi langkah Universitas Bandar Lampung yang terus memberikan pendampingan kepada Warga Binaan yang mengikuti perkuliahan.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen Universitas Bandar Lampung yang terus hadir mendampingi Warga Binaan. Bagi kami, pendidikan adalah investasi untuk masa depan. Selama berada di Lapas, Warga Binaan tetap memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang dan mempersiapkan diri agar ketika kembali ke masyarakat dapat membawa perubahan yang positif,” ungkap Ike.

Ike menambahkan bahwa Lapas Kelas I Bandar Lampung akan terus mendukung program-program pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan, termasuk dalam bidang pendidikan.

Kegiatan tindak lanjut ini juga menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk menyampaikan secara langsung kebutuhan mereka dalam menjalani proses pendidikan. Dengan adanya komunikasi dua arah antara pihak Lapas, universitas, dan Warga Binaan, diharapkan berbagai kendala yang muncul dapat segera ditindaklanjuti.

Melalui sinergi antara Lapas Kelas I Bandar Lampung dan Universitas Bandar Lampung, akses pendidikan bagi Warga Binaan diharapkan tidak berhenti hanya pada pemberian kesempatan untuk mengikuti perkuliahan, tetapi juga dapat berjalan secara berkelanjutan hingga mereka menyelesaikan pendidikan.

Karena keterbatasan tempat bukan berarti keterbatasan untuk belajar. Dari balik tembok Lapas, langkah menuju masa depan tetap dapat dimulai melalui pendidikan.(*)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *