Bandar Lampung,- Beritaphoto.id Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung mencatat capaian signifikan dalam pelaksanaan skrining HIV sepanjang 2025. Dari target 30.108 orang yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, realisasi skrining mencapai 35.698 orang atau sekitar 115 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan skrining dilakukan terhadap kelompok yang masuk kategori Sasaran Pelayanan Minimal (SPM), seperti ibu hamil, penderita tuberkulosis (TBC), penderita infeksi menular seksual (IMS), wanita pekerja seks, lelaki seks dengan lelaki (LSL), waria, pengguna narkoba, serta warga binaan di lembaga pemasyarakatan.
“Skrining dilakukan kepada kelompok yang masuk kategori SPM sesuai standar pelayanan minimal,” ujar Muhtadi, Selasa (24/2/2026).
Dari hasil pemeriksaan tersebut, Dinkes menemukan 333 kasus positif HIV. Menurut Muhtadi, kelompok ibu hamil menjadi yang paling banyak menjalani skrining sebagai upaya mencegah penularan HIV dari ibu ke anak.
“Pemeriksaan rutin pada ibu hamil penting untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke bayi,” jelasnya.
Bagi pasien yang dinyatakan positif, Dinkes langsung memberikan terapi antiretroviral (ARV). Terapi ini bertujuan menekan perkembangan virus dalam tubuh sehingga kualitas hidup pasien tetap terjaga serta risiko penularan dapat diminimalkan.
“ARV bukan untuk menyembuhkan, tetapi menekan virus agar kualitas hidup pasien tetap baik dan penularan bisa ditekan,” katanya.
Saat ini, layanan pengobatan HIV dapat diakses di 31 puskesmas yang tersebar di Kota Bandar Lampung. Dinkes juga berkolaborasi dengan berbagai komunitas dan organisasi yang fokus pada penanganan HIV/AIDS melalui kegiatan penyuluhan, edukasi, dan pendampingan kelompok berisiko.
Muhtadi menegaskan, penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan peran aktif semua pihak, tidak hanya pemerintah.
“Kami terus melakukan edukasi dan pendekatan kolaboratif agar penularan HIV dapat ditekan dan masyarakat tidak takut untuk melakukan pemeriksaan,” tandasnya. (Red)













