banner 728x250

SHOLAT ASHAR BERJAMAAH DAN KAJIAN KEROHANIAN, LAPAS AMPANA PERKUAT PEMBINAAN KEPRIBADIAN WARGA BINAAN MELALUI NILAI-NILAI KEAGAMAAN

banner 468x60

Ampana – Beritaphoto.id
Dalam upaya membentuk karakter, meningkatkan keimanan, serta memperkuat pembinaan kepribadian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana secara rutin menyelenggarakan kegiatan pembinaan kerohanian Islam. Salah satu kegiatan tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Sholat Ashar berjamaah yang dilanjutkan dengan kajian keagamaan di Masjid Ulil Amri Lapas Ampana, Selasa (28/07/2026).

Kegiatan pembinaan kerohanian ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain sebagai sarana meningkatkan kualitas ibadah, kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk karakter Warga Binaan menjadi pribadi yang lebih disiplin, berakhlak mulia, memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri, serta mempersiapkan mereka agar mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai insan yang lebih baik, bertanggung jawab, dan bermanfaat.

Example 300x600

Pelaksanaan Sholat Ashar berjamaah berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Seluruh Warga Binaan yang beragama Islam mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan tertib, khidmat, dan penuh rasa syukur. Suasana religius yang tercipta di Masjid Ulil Amri menjadi momentum penting bagi para Warga Binaan untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan, persaudaraan, dan saling mengingatkan dalam kebaikan selama menjalani masa pembinaan di dalam Lapas.

Usai melaksanakan Sholat Ashar berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan kajian pembinaan kerohanian yang disampaikan oleh Ustadz Hamdi, Lc. dengan tema “Sholat Ketika Safar.” Kajian tersebut diikuti dengan antusias oleh seluruh Warga Binaan yang beragama Islam. Melalui penyampaian materi yang komunikatif dan mudah dipahami, para peserta memperoleh tambahan wawasan keagamaan mengenai tata cara pelaksanaan ibadah sholat ketika berada dalam perjalanan, beserta hikmah dan kemudahan yang diberikan dalam syariat Islam.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Hamdi, Lc. menjelaskan bahwa konsepSholat Ketika Safa merupakan bentuk kasih sayang dan kemudahan yang diberikan Allah SWT kepada umat Islam dalam menjalankan kewajiban ibadah di berbagai kondisi. Beliau menguraikan ketentuan mengenai sholat qashar dan jamak, syarat-syarat pelaksanaannya, serta pentingnya menjaga kualitas ibadah meskipun berada dalam perjalanan. Melalui pemahaman tersebut, diharapkan Warga Binaan semakin memahami bahwa Islam adalah agama yang memberikan kemudahan tanpa mengurangi nilai dan esensi ibadah itu sendiri.

Tidak hanya memberikan pemahaman keagamaan, Ustadz Hamdi, Lc. juga mengajak seluruh Warga Binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai momentum terbaik dalam melakukan introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, memperbanyak amal ibadah, serta membangun tekad untuk meninggalkan segala perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama. Beliau menegaskan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik selama memiliki niat yang tulus, kemauan yang kuat, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Di tempat terpisah, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Ustadz Hamdi, Lc. beserta jajaran Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una atas komitmen dan kontribusinya dalam memberikan pembinaan kerohanian kepada Warga Binaan yang beragama Islam. Menurutnya, keterlibatan para penyuluh agama merupakan bentuk sinergi yang sangat positif dalam mendukung keberhasilan program pembinaan kepribadian di lingkungan pemasyarakatan.

Kalapas berharap sinergi dan kerja sama yang telah terjalin antara Lapas Ampana dengan Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Melalui pembinaan keagamaan yang konsisten, diharapkan setiap Warga Binaan memperoleh bekal spiritual, moral, dan mental yang kuat sehingga setelah menyelesaikan masa pidananya mereka mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, taat terhadap norma hukum, memiliki akhlak yang mulia, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga, lingkungan, dan bangsa.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, lancar, dan kondusif. Kehadiran pembinaan kerohanian secara berkesinambungan menjadi salah satu wujud nyata komitmen Lapas Kelas IIB Ampana dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan hukum, tetapi juga pada pembentukan karakter, peningkatan kualitas spiritual, serta penguatan nilai-nilai moral sebagai bekal Warga Binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan.(*)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *