banner 728x250

LAPAS AMPANA PERKETAT PEMERIKSAAN BAMA, PASTIKAN AMAN DAN SESUAI STANDAR*

banner 468x60

Ampana – Beritaphoto.id
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana terus memperkuat pengawasan terhadap penerimaan bahan makanan (BAMA) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pemeriksaan dilakukan secara rutin dan menyeluruh sebagai bagian dari upaya memastikan setiap bahan makanan yang diterima memenuhi standar keamanan, kualitas, kuantitas, serta sesuai dengan kebutuhan menu harian. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (26/8/2026).

Pemeriksaan bahan makanan yang dikirim oleh penyedia menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kualitas layanan konsumsi di Lapas Ampana. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut atas arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan agar seluruh jajaran pemasyarakatan meningkatkan pengawasan terhadap proses penyediaan dan distribusi bahan makanan bagi WBP.

Example 300x600

Pelaksanaan pengecekan dilakukan langsung oleh Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik/Giatja) Lapas Kelas IIB Ampana, I Wayan Sucana, bersama staf pengelola bahan makanan, Dicki Arisandi. Pemeriksaan dilaksanakan di area pintu Pintu Pengamanan Utama (P2U) sebelum bahan makanan diperbolehkan masuk ke dalam lingkungan Lapas.

Setiap bahan yang diterima diperiksa secara cermat dengan mengacu pada nota pesanan dan siklus menu 10 hari. Pemeriksaan meliputi jenis bahan, jumlah, kondisi fisik, hingga penimbangan untuk memastikan kuantitas yang diterima sesuai dengan kebutuhan dan daftar pengiriman.

Setelah dinyatakan sesuai, bahan makanan selanjutnya diarahkan menuju dapur Lapas untuk diproses dan diolah menjadi makanan siap saji bagi WBP. Tahapan pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dari mekanisme pengawasan agar proses penyediaan makanan berjalan tertib, transparan, dan memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.

Kasi Binadik/Giatja, I Wayan Sucana, menjelaskan bahwa pemeriksaan BAMA dilakukan secara rutin sebagai bentuk pengawasan terhadap pemenuhan hak dasar WBP, khususnya dalam memperoleh makanan yang layak dan sesuai dengan menu yang telah ditentukan.

> “Pemeriksaan ini rutin dilaksanakan untuk memastikan bahan makanan yang diterima sesuai dengan menu harian, baik dari jenis maupun jumlahnya. Dengan demikian, kebutuhan makanan bagi WBP dapat terpenuhi secara tepat dan tidak terjadi kekurangan dalam proses penyediaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menegaskan bahwa pengawasan terhadap bahan makanan merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam memberikan layanan yang aman, berkualitas, dan sesuai standar.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan setiap pagi melalui beberapa tahapan, diawali dengan mencocokkan jumlah bahan makanan yang diterima dengan daftar pengiriman dari penyedia. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan yang masuk benar-benar sesuai dengan pesanan dan perencanaan menu.

> “Pemeriksaan dilakukan secara rutin sebelum bahan makanan disalurkan ke dapur untuk diolah. Tahap awal dilakukan dengan memverifikasi jumlah dan jenis bahan yang diterima sesuai daftar pengiriman,” ujar Febriansyah.

Tidak hanya aspek kuantitas, petugas juga melakukan pemeriksaan keamanan terhadap setiap bahan yang masuk. Pengawasan dilakukan untuk mencegah adanya barang atau benda terlarang yang berpotensi disisipkan melalui jalur pengiriman bahan makanan.

Setiap item diperiksa secara detail dengan memperhatikan kondisi, kualitas, serta kesesuaiannya dengan dokumen pengiriman. Apabila ditemukan ketidaksesuaian maupun indikasi adanya barang yang tidak semestinya, petugas akan mengambil langkah pengamanan dan melaporkannya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur.

> “Apabila ditemukan ketidaksesuaian atau indikasi adanya barang terlarang, maka bahan tersebut akan segera diamankan untuk dilakukan pemeriksaan dan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Melalui pemeriksaan berlapis tersebut, Lapas Kelas IIB Ampana berupaya memastikan bahan makanan yang diterima WBP tidak hanya mencukupi secara jumlah, tetapi juga memenuhi aspek keamanan dan kelayakan sebelum diolah di dapur Lapas.

Hasil pemeriksaan pada kegiatan tersebut menunjukkan bahwa bahan makanan yang diterima dalam kondisi aman dan sesuai dengan ketentuan. Pengawasan secara konsisten diharapkan mampu menjaga mutu layanan makanan sekaligus memperkuat penerapan keamanan dan ketertiban d lingkungan Lapas Kelas IIB Ampana.(*)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *