Ampana –Beritaphoto.id
sebanyak 72 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah resmi dilantik dan diambil sumpah sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Selasa (1/9/2026). Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjenpas Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, dan dipusatkan di halaman Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Tengah.
Dari jumlah tersebut, 6 (enam) orang PNS yang sebelumnya ditempatkan sebagai CPNS di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana turut mengikuti prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan. Momen tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan pengabdian mereka sebagai aparatur sipil negara di bidang pemasyarakatan.
Sebanyak 72 PNS yang dikukuhkan merupakan peserta Tahun Anggaran 2025. Sebelum menyandang status sebagai PNS, mereka telah melewati berbagai tahapan pembentukan dan pengembangan kompetensi, mulai dari menjalani masa orientasi sebagai CPNS selama satu tahun pada satuan kerja pemasyarakatan di wilayah Sulawesi Tengah, hingga mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS dan menyelesaikan uji aktualisasi.
Rangkaian proses tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk aparatur yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga memahami nilai-nilai dasar ASN, etika kedinasan, tanggung jawab, serta karakter pelayanan publik.
Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pejabat tinggi di lingkungan Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Tengah, para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Kota Palu dan sekitarnya, serta keluarga, khususnya orang tua dari para PNS yang dilantik.
Kehadiran orang tua memberikan makna tersendiri bagi para pegawai. Setelah melewati proses panjang sejak masa CPNS hingga dinyatakan memenuhi persyaratan sebagai PNS, momen tersebut menjadi bentuk pencapaian sekaligus awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam menjalankan amanah sebagai abdi negara.
Bagi 6 (enam) PNS Lapas Kelas IIB Ampana, momentum tersebut sekaligus mempertegas komitmen untuk melanjutkan pengabdian di lingkungan pemasyarakatan dengan menjunjung tinggi profesionalisme, disiplin, integritas, serta semangat memberikan pelayanan terbaik.
Dalam amanatnya, Kakanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, menegaskan bahwa status sebagai PNS bukan sekadar perubahan kedudukan kepegawaian, melainkan hadirnya tanggung jawab baru yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan.
Ia meminta seluruh PNS yang baru dilantik agar mampu menunjukkan kinerja profesional, menjaga integritas, serta memahami bahwa setiap tindakan aparatur memiliki dampak terhadap kepercayaan masyarakat dan citra institusi.
Menurutnya, tantangan pemasyarakatan ke depan masih cukup kompleks sehingga dibutuhkan aparatur yang memiliki komitmen kuat, mampu bekerja secara disiplin, adaptif terhadap perubahan, serta dapat membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
> “Banyak yang menjadi PR kita. Sebagai petugas Pemasyarakatan, saudara diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pelayanan kepada masyarakat secara profesional dan mampu menjaga integritas, disiplin, serta menjalin sinergi dengan berbagai pihak guna menyukseskan tujuan pimpinan serta mewujudkan visi dan misi instansi,” tegas Herman.
Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa setiap PNS memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Profesionalisme tidak hanya ditunjukkan melalui kemampuan menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga melalui sikap, perilaku, kepatuhan terhadap aturan, serta konsistensi dalam memberikan pelayanan.
Herman juga mengingatkan para PNS yang baru dikukuhkan agar senantiasa berhati-hati dalam menjalankan tugas dan menjaga diri dari berbagai tindakan yang berpotensi merugikan pribadi maupun institusi.
Ia menekankan pentingnya menjaga etika, kedisiplinan, serta nama baik organisasi. Setiap pelanggaran maupun tindakan yang tidak sesuai dengan ketentuan dapat berdampak terhadap perjalanan karier sekaligus menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan.
Karena itu, para pegawai diharapkan mampu menjadikan integritas sebagai landasan dalam setiap pelaksanaan tugas, baik ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun saat menjalankan tanggung jawab di lingkungan kerja.
Salah seorang PNS yang dilantik dan bertugas di Lapas Kelas IIB Ampana, Muhammad Malik Ibrahim, menyampaikan bahwa pengambilan sumpah dan pelantikan tersebut menjadi pencapaian penting sekaligus awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam perjalanan kariernya sebagai aparatur negara.
Ia mengungkapkan rasa syukur atas dukungan dan bimbingan yang diberikan pimpinan serta para senior selama menjalani masa orientasi hingga menyelesaikan seluruh tahapan menuju pengangkatan sebagai PNS.
> “Terima kasih atas bimbingan pimpinan dan senior selama saya menjalani masa orientasi hingga saat ini. Saya akan berusaha maksimal untuk menyukseskan program instansi,” ucapnya.
Muhammad Malik juga menyatakan kesiapan untuk memberikan dedikasi terbaik dalam mendukung kemajuan organisasi dengan berpedoman pada core values PRIMA, yakni Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel.
Baginya, pengangkatan sebagai PNS bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal untuk membuktikan komitmen melalui kinerja dan pengabdian yang nyata.
Di tempat terpisah, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menyampaikan apresiasi atas pencapaian enam pegawainya yang resmi dilantik dan diambil sumpah sebagai PNS.
Ia berharap momentum tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pegawai untuk meningkatkan kualitas diri, memperkuat kedisiplinan, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, perubahan status dari CPNS menjadi PNS harus diikuti dengan peningkatan komitmen dalam memberikan kontribusi bagi organisasi. Para pegawai diharapkan tidak berhenti pada pencapaian administratif, tetapi mampu menunjukkan kinerja yang berdampak terhadap pelaksanaan tugas dan pelayanan pemasyarakatan.
“Menjadi PNS merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dijaga. Saya berharap 6 (enam) pegawai Lapas Ampana yang hari ini resmi dilantik dapat terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi dan masyarakat,” ujar Febriansyah.
Ia menambahkan, jajaran Lapas Ampana akan terus memberikan ruang bagi pegawai untuk berkembang, meningkatkan kapasitas, dan memperkuat budaya kerja yang profesional serta berorientasi pada pelayanan.
Dengan dikukuhkannya 72 PNS tersebut, diharapkan lahir aparatur pemasyarakatan yang semakin kompeten, berintegritas, dan siap menghadapi dinamika tugas ke depan. Bagi enam PNS Lapas Ampana, hari ini menjadi awal dari perjalanan pengabdian yang sesungguhnya—mengemban amanah negara dengan profesionalisme, integritas, dan semangat memberikan pelayanan terbaik.(*)













