LAMPUNG SELATAN –Beritsphoto.id
Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI melaksanakan kegiatan penyuluhan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kodim 0421/Lampung Selatan, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor PTPN 1 Regional 7 Kebun Kedaton, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Hadir di antaranya Brigjen TNI Bangkit, Kolonel Adm Muhammad Sukirno, Kolonel Adm Heru, Kolonel Laut (PM) Suhirto, Mayor Czi Budi Wardoyo, Kapten Inf Khaerudin, Kapten Inf Rahmat Hidayat, Kapten Inf Saefudin Priyanto, Danramil 421-09/Tanjung Bintang Kapten Inf Tarekat, Pasiops Kapten Inf Edi Alpian, Camat Tanjung Bintang Heri Purnomo, Kepala Dinas Damkarmat Lampung Selatan M. Sefri, Kapolsek Tanjung Bintang Kompol Edi Qorinas, serta para Kepala Desa se-Kecamatan Tanjung Bintang.
Dalam sambutan nya Manajer PTPN I Regional VII Unit Kebun Kedaton, Luki Perdana Putra, mengatakan selamat datang kepada Tim penyuluh dari Mabes TNI, memberikan Apresiasi yang sebesar-besarnya atas penyuluhan yang akan dilaksanakan kami berharapkan menjadi bekal kami khusus nya di Kebun PTPN, sehingga nanti nya akan menjadi bagian dari kepedulian perusahaan terhadap upaya pencegahan karhutla.
Menurut Lucy, isu karhutla menjadi perhatian penting bagi perusahaan perkebunan karena pencegahannya membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, bukan hanya petugas tertentu.
“Penyuluhan ini sejalan dengan pengelolaan perusahaan perkebunan, sebab pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial, tapi harus melibatkan seluruh stakeholder hingga masyarakat sekitar,” kata Lucy.
Sefri selaku Ka Damkar mengatakan pada saat ini mengalami keterbatasan personel menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran. Tim Damkar Kab. Lamsel.
Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan upaya penanganan karena telah dilaksanakan secara sinergis TNI-POLRI, Pemda dan masyarakat turut membantu ketika terjadi kebakaran.
“Dengan pemikiran itu, mereka yang selama ini membantu kami menanganinya. Masyarakat harus peduli dalam mencegah dan menangani kebakaran, jangan biarkan kalau ada hal-hal yang membuat kebakaran,” ujarnya.
Selain karhutla, Damkarmat Lampung Selatan juga mengingatkan masyarakat terhadap potensi kebakaran permukiman akibat korsleting listrik dan penggunaan kompor gas.
Masyarakat diminta rutin memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah serta tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala saat memasak.
Camat Tanjung Bintang, Heri Purnomo, menyambut baik kegiatan penyuluhan yang dilakukan Tim Karhutla Mabes TNI. Menurut dia, edukasi tersebut membantu pemerintah daerah meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran.
“Dengan adanya kegiatan penyuluhan ini, maka kami terbantu dan masyarakat bisa mencegah atau menanganinya sejak dini,” kata Heri.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sembarangan karena aktivitas tersebut dapat terdeteksi melalui titik panas atau hotspot.
Heri berharap masyarakat semakin aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran.
Tim penyuluh Mabes TNI kemudian menyerahkan 60 bingkisan kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan.
Penyuluhan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi dilanjutkan dengan penguatan kesiapsiagaan di tingkat desa sehingga potensi karhutla dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.
Sebanyak 60 peserta mengikuti kegiatan penyuluhan. Mereka terdiri dari 16 orang kepala desa se-Kecamatan Tanjung Bintang, 30 masyarakat, 4 orang sekuriti PTPN, dan 15 orang pekerja PTPN.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, serta sambutan dari pihak terkait. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Manager PTPN 1 Regional 7 Kebun Kedaton, Camat Tanjung Bintang, dan Tim Penyuluh Mabes TNI.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian 60 paket tali asih dari Mabes TNI secara simbolis kepada masyarakat peserta penyuluhan, kemudian foto bersama dan Ramah tamah.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sinergi antara TNI-POLRI, pemerintah daerah, pengelola perkebunan, dan masyarakat semakin kuat dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Kabupaten Lampung Selatan dan Secara Nasional “ungkap Kolonel CPM Laut Suharto S.H.”(*)













