Beritaphoto-id
Kemaren kita menghadapi kenyataan yang sangat berat. Dengan berakhirnya batas waktu operasional standar, Tim SAR Gabungan telah resmi menghentikan fase pencarian terhadap lima sahabat jurnalis kita—Bagus, Ari, Yudhis, Daus, dan Donal—serta tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Secara pribadi dan atas nama jajaran pengurus PFI Pusat, serta tim Crisis PFI (PFI Jakarta dan PFI Tanggerang) *saya memohon maaf yang sebesar-besarnya karena hingga detik ini, segala upaya, diplomasi, dan koordinasi maksimal yang kami lakukan belum bisa memberikan hasil terbaik yang kita semua harapkan*. Saya merasakan betul kecemasan, kelelahan, dan kesedihan yang mendalam di hati rekan-rekan serta keluarga para surviror.
Hari ini, 18 September 2026 pukul 09.40 izinkan kami mewakili seluruh anggota PFI memberikan penghormatan terakhir dengan menabur bunga untuk mereka di titik di mana terakhir kali mereka kehilangan sinyal.
Namun, saya ingin menegaskan satu hal: kami tidak menyerah, melainkan kami sedang melangkah ke fase perjuangan berikutnya.
PFI Pusat akan terus mengawal dan memantau setiap perkembangan di lapangan secara mandiri melalui jaringan komunikasi pesisir, nelayan, dan otoritas lokal. Berhentinya operasi kedaruratan Basarnas bukan berarti kepedulian kita ikut berhenti.
Perjuangan kita untuk membawa pulang saudara-saudara kita kini beralih menjadi komitmen jangka panjang yang tidak akan pernah padam. Mari kita tetap rapatkan barisan, kuatkan doa, dan saling menjaga satu sama lain di masa-masa sulit ini.
Sekali lagi saya dan tim memohon maaf yang sebesar-besarnya. 🙏🙏
Hormat saya,
Galih. (*)













