KONI Lampung Tes Fisik Atlet 7 Cabor Beladiri
Bandarlampung, Beritaphoto.id
20 Agustus 2026
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung, menggelar tes fisik atlet cabang olahraga yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026 di Manado Sulawesi Utara sekitar Oktober mendatang.
Tes fisik yang berlangsung di KONI Lampung, Kamis – Junat (20-21/8), diikuti lebih dari 80 atlet dari tujuh cabang olahraga. Pada Kamis (20/8) sebanyak empat Cabor diantaranya tinju, anggar, hapkido, dan kick boxing. Sementara pada Jumat (21/8), diikuti tiga Cabor yaitu muaythai, kurash, serta bela diri campuran atau Mixed Martial Arts (MMA).
Ketua Pelaksana Tes Fisik KONI Lampung Yopi Hutomo Bhakti, mengatakan tes tersebut menjadi bagian penting dari proses seleksi untuk menentukan atlet yang dinilai layak memperkuat kontingen Lampung di PON Bela Diri. Dia mengatakan, hasil dari tes tersebut menunjukkan adanya peningkatan kondisi fisik atlet dibandingkan pada PON Bela Diri sebelumnya.
“Alhamdulillah, dari beberapa pos tes atau indikator kebugaran yang kita ambil, secara kualitas fisik memang lebih baik dibandingkan PON Bela Diri sebelumnya. Dari beberapa indikator, mengalami peningkatan yang sangat signifikan,” kata Yopi.
Ia menjelaskan, seluruh hasil tes akan dikonversi dan diolah untuk mendapatkan nilai akhir masing-masing atlet. KONI Lampung menetapkan nilai minimal 80 menjadi nilai standar utama dalam proses seleksi.
“Nilai standar utama harus 80. Jadi, yang kemungkinan nanti diberangkatkan ke PON Bela Diri harus memiliki standar nilai 80. Nanti datanya kita interpretasi dan olah,” ujarnya.
Selain kondisi fisik, KONI Lampung juga akan mempertimbangkan sejumlah indikator lain, seperti riwayat cedera, kondisi kesehatan, pengalaman, serta rekam jejak prestasi atlet di kejuaraan nasional maupun PON.
Meski demikian, Yopi menegaskan kondisi fisik tetap menjadi salah satu faktor dominan dalam menentukan kelayakan atlet. Hasil tes nantinya juga menjadi bahan evaluasi bagi setiap cabang olahraga dalam menyusun program latihan lanjutan.
“Hasilnya nanti kita serahkan kembali kepada cabang olahraga agar mereka mengetahui sejauh mana kondisi atletnya untuk mempersiapkan diri menghadapi PON Bela Diri,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Lampung Riagus Ria mengatakan, proses seleksi dilakukan secara ketat agar atlet yang diberangkatkan benar-benar memiliki kesiapan fisik dan kualitas bertanding di level nasional.
“Kita ingin lebih selektif dalam mempersiapkan atlet menuju PON Bela Diri Manado. Yang betul-betul level fisiknya sudah level nasional, itulah yang nanti akan kita kirim,” kata Riagus.
Ia menegaskan KONI Lampung tidak menetapkan kuota jumlah atlet dari masing-masing cabang olahraga. Penentuan atlet sepenuhnya akan mengacu pada hasil tes serta proyeksi peluang prestasi.
“Kita lihat hasilnya saja, tidak menentukan kuota. Kita lihat hasil tes fisiknya, kemudian proyeksi dari cabang olahraga mana yang betul-betul bisa kita andalkan untuk meraih prestasi yang baik di Manado,” ujarnya.
Riagus menambahkan, atlet yang tidak memenuhi standar akan tersisih dari proses seleksi. Sebaliknya, atlet yang dinyatakan lolos diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi prestasi Lampung.
KONI Lampung juga telah memasang target bagi cabang olahraga yang nantinya diberangkatkan, yakni minimal mampu menyumbangkan satu medali emas.
“Minimal harus satu medali. Kalau tidak ada target, untuk apa kita melakukan tes ini. Cabang-cabang olahraga yang kita berangkatkan tentu harus memiliki target,” lanjutnya.
Melalui rangkaian tes tersebut, KONI Lampung berharap dapat menemukan komposisi atlet terbaik yang memiliki kesiapan fisik, pengalaman, serta peluang prestasi untuk bersaing dan membawa pulang medali dari PON Bela Diri 2026 di Manado, Sulawesi Utara. (*3)













