Ampana –Beritaphoto.id
Memastikan kualitas pelayanan pemasyarakatan berjalan optimal, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Maulana Luthfiyanto, melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) pada layanan dapur Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana, Sabtu (29/08/2026).
Kegiatan tersebut disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, serta didampingi jajaran pejabat struktural. Monitoring dilakukan sebagai bagian dari upaya penguatan pengawasan terhadap penyelenggaraan layanan dapur, khususnya dalam pengelolaan bahan makanan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Dalam pelaksanaannya, Kabagtum melakukan peninjauan secara langsung terhadap sejumlah aspek penting, mulai dari ketersediaan dan kondisi bahan makanan, proses penerimaan serta penyimpanan, kebersihan lingkungan dapur, kesiapan petugas, hingga tahapan pengolahan makanan sebelum didistribusikan kepada WBP.
Pemeriksaan tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan setiap tahapan pengelolaan makanan dilaksanakan secara tertib dan memperhatikan aspek kebersihan, keamanan pangan, kecukupan bahan, serta ketepatan waktu penyajian. Dengan demikian, makanan yang diterima warga binaan diharapkan tetap memenuhi standar kelayakan dan kebutuhan layanan sehari-hari.
Hasil monitoring secara umum menunjukkan bahwa pengelolaan layanan dapur di Lapas Ampana telah berjalan dengan baik. Ketersediaan bahan makanan terpantau mencukupi, kondisi area dapur terjaga kebersihannya, sementara petugas menunjukkan kesiapan dalam melaksanakan proses pengolahan hingga pendistribusian makanan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Meski demikian, Kabag Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Maulana Luthfiyanto, menekankan agar jajaran Lapas Ampana terus meningkatkan ketelitian, terutama dalam menangani bahan makanan yang telah diolah maupun makanan yang siap dikonsumsi. Menurutnya, aspek kebersihan dan keamanan pangan harus menjadi perhatian pada setiap tahapan pelayanan.
> “Monitoring dan evaluasi ini kami lakukan untuk memastikan seluruh pelayanan pengelolaan bahan makanan bagi WBP berjalan sesuai standar. Kami mendorong jajaran agar tetap teliti dalam setiap proses, mulai dari penerimaan bahan, pengolahan, hingga makanan siap disajikan, sehingga kualitas, kebersihan, dan keamanan makanan tetap terjaga,” ujar Maulana.
Ia juga mendorong petugas untuk mempertahankan kondisi dapur yang bersih dan tertata serta memastikan setiap prosedur dilaksanakan secara konsisten. Pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan dinilai penting untuk mencegah terjadinya kekeliruan sekaligus menjaga mutu pelayanan kepada warga binaan.
Bagi Lapas Ampana, layanan dapur tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan makan warga binaan, tetapi juga menjadi bagian dari pelayanan dasar yang harus diberikan secara profesional. Karena itu, pengelolaan bahan makanan membutuhkan ketelitian, kedisiplinan, serta koordinasi antarpelaksana agar seluruh proses berlangsung efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan monitoring dan evaluasi tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap arahan dan masukan yang diberikan akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan layanan dapur di Lapas Ampana.
> “Kami siap menindaklanjuti setiap arahan dan masukan hasil monitoring. Pengelolaan dapur merupakan salah satu layanan penting bagi WBP, sehingga kami berkomitmen memastikan seluruh proses dilaksanakan secara tertib, higienis, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Febriansyah.
Menurutnya, penguatan pengawasan secara berkala menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi pelayanan. Jajaran Lapas Ampana akan terus melakukan pembenahan apabila masih ditemukan hal-hal yang perlu ditingkatkan, sekaligus mempertahankan standar yang selama ini telah berjalan dengan baik.
Melalui monitoring dan evaluasi tersebut, Lapas Ampana menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan layanan pemasyarakatan yang semakin berkualitas, transparan, dan berorientasi pada pemenuhan hak-hak dasar warga binaan. Pengelolaan dapur yang tertib dan aman diharapkan mampu mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang sehat, layak, dan humanis.
#Kemenimipas
#Ditjenpas
#GuardAndGuide
#PemasyarakatanSulteng
#LapasAmpana













