Bandar Lampung –Beritaphoto.id Kemandirian dan kualitas hasil karya warga binaan kembali membuktikan keunggulannya di pasar luas. Pada Senin, 20 Juli 2026, Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung secara resmi meluncurkan pendistribusian produk unggulan hasil olahan dan bercocok tanam warga binaan menuju sejumlah jaringan rumah makan terdekat, pelaku usaha mikro kecil dan menengah, hingga pasar rakyat di kawasan sekitar.
Adapun ragam komoditas segar yang berhasil dipasarkan secara luas tersebut meliputi hasil panen hidroponik berupa tanaman selada dan pakcoy, hingga produk pangan tempe berkualitas tinggi buatan tangan warga binaan. Seluruh proses produksi dikelola secara higienis dan profesional di bawah pengawasan serta bimbingan teknis dari seksi kegiatan kerja.
Keberhasilan menembus rantai pasok pasar lokal ini menjadi bukti nyata efektivitas program pembinaan kemandirian dalam membekali warga binaan dengan keterampilan kerja produktif. Di sela agenda pelepasan distribusi produk ke pasar konsumen, Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung, Medi Oktafiansyah, memberikan penegasan mengenai dampak positif program ini.
“Kehadiran produk hasil panen hidroponik dan tempe karya warga binaan di tengah masyarakat ini menjadi bukti riil bahwa pemasyarakatan semakin bermanfaat secara langsung untuk masyarakat luas. Hasil karya warga binaan terbukti memiliki kualitas yang bersaing dan mampu memenuhi standar pasar kuliner,” ungkap Medi Oktafiansyah saat memberikan keterangan resmi.
Ke depan, manajemen institusi akan terus memperluas kemitraan strategi dengan berbagai pihak swasta dan pelaku usaha guna meningkatkan volume produksi serta daya jangkau pemasaran produk. Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung berkomitmen penuh untuk terus memproduksi karya-karya bernilai ekonomi tinggi demi mendukung ketahanan pangan lokal serta proses reintegrasi sosial warga binaan.(*)













