Ampana – Beritaphoto.id
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang berkualitas dan berorientasi pada peningkatan sumber daya manusia. Sebagai wujud nyata pemenuhan hak warga binaan di bidang pendidikan, Lapas Kelas IIB Ampana melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Tojo Una-Una untuk penyelenggaraan Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (6/7/2026).
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memastikan bahwa setiap warga negara, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pidana, tetap memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu instrumen penting dalam proses pembinaan yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, keterampilan, serta menumbuhkan optimisme warga binaan untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, bersama Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Tojo Una-Una, Iskandar Sirajang, bertempat di Ruang Kerja Kepala Lapas Kelas IIB Ampana. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi sebagai bentuk sinergi antarinstansi dalam mendukung penyelenggaraan pembinaan yang lebih optimal.
Terlaksananya penandatanganan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi dan komunikasi yang telah dibangun sebelumnya antara Lapas Ampana dengan Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Tojo Una-Una. Kesamaan visi dalam meningkatkan kualitas pembinaan melalui jalur pendidikan menjadi landasan kuat lahirnya kolaborasi tersebut, sehingga program pendidikan kesetaraan dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
Usai penandatanganan, kedua belah pihak saling menyerahkan dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai simbol dimulainya sinergi dalam penyelenggaraan Program Pendidikan Paket A, Paket B, dan Paket C di Lapas Kelas IIB Ampana. Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkelanjutan, terarah, dan memberikan dampak positif bagi proses pembinaan warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen Lapas Ampana dalam memenuhi hak pendidikan warga binaan sekaligus memperkuat program pembinaan yang berorientasi pada pembentukan pribadi yang mandiri, produktif, dan siap kembali ke masyarakat.
“Pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara, termasuk warga binaan. Melalui kerja sama ini, kami berharap warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan formal memiliki kesempatan untuk belajar, meningkatkan kompetensi, serta memperoleh bekal yang bermanfaat ketika nantinya kembali ke lingkungan masyarakat,” ujar Febriansyah.
Sementara itu, Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Tojo Una-Una, Iskandar Sirajang, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Muhammadiyah untuk menjadi mitra dalam penyelenggaraan pendidikan kesetaraan di Lapas Ampana. Menurutnya, pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi seseorang.
“Kami siap mendukung penuh pelaksanaan Program Pendidikan Paket A, Paket B, dan Paket C di Lapas Kelas IIB Ampana. Harapan kami, warga binaan tidak hanya memperoleh ijazah kesetaraan, tetapi juga memiliki kepercayaan diri, wawasan, dan motivasi yang lebih kuat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidananya,” ungkap Iskandar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, I Wayan Sucana, serta Kepala Sekolah Muhammadiyah Kabupaten Tojo Una-Una, Tajudin Labudu, yang siap mendukung pelaksanaan program pendidikan melalui penyusunan kurikulum, proses pembelajaran, hingga pendampingan akademik bagi warga binaan.
Menutup kegiatan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana berharap kerja sama yang telah terjalin dapat berjalan secara berkesinambungan dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Melalui program pendidikan kesetaraan ini diharapkan semakin banyak warga binaan yang mampu menyelesaikan pendidikan formal, meningkatkan kualitas diri, serta memiliki bekal ilmu pengetahuan, karakter, dan keterampilan sebagai modal untuk kembali berperan aktif di tengah masyarakat. Lapas Ampana meyakini bahwa pendidikan merupakan salah satu jalan terbaik dalam membangun harapan, menumbuhkan perubahan positif, serta mewujudkan tujuan pemasyarakatan yang humanis, inklusif, dan berkelanjutan.(*)












