Bandar Lampung –Beritaphoto.id Kualitas produk buatan dalam lingkungan pembinaan kembali membuktikan daya saing yang tinggi di hadapan para pemangku kepentingan. Pada Selasa, 14 Juli 2026, jajaran produk hasil karya warga binaan terpajang dengan rapi di area pameran sepanjang berlangsungnya agenda diskusi pagi lintas instansi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung. Pasca seluruh rangkaian acara utama selesai, area gerai pameran langsung dipadati oleh rombongan tamu undangan.
Melihat antusiasme yang tinggi, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung, Ike Rahmawati, mendampingi langsung para pimpinan instansi penegak hukum dan memamerkan berbagai produk unggulan buatan warga binaan. Varian komoditas komersial yang dipamerkan tergolong sangat beragam, mulai dari produk makanan berupa roti yang sudah resmi memiliki hak merek, kerajinan kain tapis, kopiah tradisional, selendang tenun, produk sabun cair, hingga hasil budi daya pertanian segar seperti sayur pakcoy dan selada.
Tampilan kemasan yang menarik serta kualitas mutu barang yang terjamin membuat para tamu undangan berdecak kagum. Tanpa ragu, seluruh produk yang dipajang di gerai pameran tersebut habis diborong oleh barisan tamu undangan sebagai wujud nyata dukungan terhadap program kemandirian warga binaan. Di sela aktivitas pendampingan pameran, Kepala Lembaga Pemasyarakatan memberikan penegasan terkait nilai produktivitas tersebut.
“Seluruh barang yang dipamerkan pada hari ini murni merupakan hasil karya nyata dari tangan warga binaan yang telah terlatih. Aksi borong produk oleh para tamu undangan menjadi apresiasi luar biasa sekaligus bukti bahwa karya warga binaan memiliki kualitas yang sangat layak dan bermanfaat untuk masyarakat luas,” tegas Ike Rahmawati memberikan keterangan di area gerai pameran.
Keberhasilan penjualan massal ini semakin memacu semangat institusi untuk terus meluaskan kapasitas produksi bengkel kerja. Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung berkomitmen penuh mempertahankan standardisasi bimbingan kerja agar warga binaan terus melahirkan produk bernilai ekonomi tinggi.(*)













