Bandarlampung – Beritaphoto.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung melaporkan realisasi investasi pada Triwulan I 2026 tumbuh positif mencapai Rp744,6 miliar.
“Investasi di Bandarlampung tumbuh cukup positif dengan dominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp530,4 miliar dan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp214,2 miliar,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandarlampung, Febriana di Bandarlampung, Kamis.
Ia mengatakan investasi di Bandarlampung masih didominasi sektor tersier atau jasa seperti perhotelan, restoran dan transportasi yang mencapai 70,39 persen.
Kemudian sektor sekunder menyumbang sebesar 28,24 persen dan sektor primer seperti pertanian dan pertambangan 1,37 persen dari realisasi investasi di kota ini.
“Angka-angka tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Bandarlampung cukup tinggi. Pertumbuhan investasi ini menjadi indikator positif bahwa Bandar Lampung masih menjadi daerah tujuan investasi yang menarik, baik bagi investor dalam negeri maupun asing,” kata dia.
Ia menyebutkan bahwa berdasarkan data DPMPTSP Bandarlampung, subsektor seperti transportasi, pergudangan dan komunikasi menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp159,1 miliar.
“Kemudian usaha perhotelan dan restoran Rp154,8 miliar, jasa lainnya Rp140,6 miliar, industri kayu Rp111,1 miliar, serta industri makanan Rp92,1 miliar,” kata dia.kamis (21/5/2026)
Kemudian, Febriana mengatakan tingginya investasi di sektor transportasi dan perhotelan menunjukkan meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Bandarlampung.
“Untuk investasi asing, Singapura menjadi negara dengan kontribusi PMA terbesar di Bandarlampung dengan nilai mencapai Rp195,3 miliar. Kemudian India Rp11,1 miliar, Malaysia Rp4,7 miliar, Jepang Rp781 juta, dan Spanyol Rp581 juta,” kata dia.
Sebagai informasi, realisasi capaian investasi Kota Bandarlampung pada 2025 mencapai Rp3 triliun yang melampaui target yang telah ditetapkan sebesar Rp2,7 triliun.(*)













