LAMPUNG SELATAN — Beritqphoto.id
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Islam (PPI) Al Fatih Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, berlangsung semarak. Sekitar 1.000 peserta mengikuti arakan gunungan berisi sayuran, makanan ringan, dan sejumlah peralatan rumah tangga, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan pengurus pesantren, santri, wali santri, dan masyarakat sekitar. Arakan gunungan menjadi salah satu rangkaian peringatan Maulid Nabi sekaligus ruang kebersamaan warga di lingkungan pesantren.
Panitia kegiatan, Susi, mengatakan pelaksanaan acara melibatkan sejumlah unsur masyarakat. Di antaranya warga RT 11, wali santri PPI Al Fatih, santri Pondok Pesantren Miftahul Jannah, masyarakat sekitar pesantren, serta pedagang di Pasar Jati Mulyo.
“Acara ini terlaksana berkat kerja sama warga, wali santri, para santri, masyarakat sekitar, dan pedagang di Pasar Jati Mulyo,” kata Susi.
Para pedagang turut menyumbangkan sebagian dagangan untuk mendukung pelaksanaan peringatan Maulid Nabi.
Arak Gunungan Keliling Kampung
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan shalawat Nabi Muhammad SAW dan ceramah singkat yang disampaikan Ustaz Jumadi.
Setelah itu, peserta mengikuti arakan gunungan yang mengelilingi kawasan permukiman di RT 11 Jati Agung. Iring-iringan juga melewati kawasan Pasar Jati Mulyo.
Suasana arakan semakin meriah dengan penampilan drumband dan para santri PPI Al Fatih.
Rute menuju pasar menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Panitia menyebut arakan melewati Pasar Jati Mulyo sebagai bentuk apresiasi kepada para pedagang yang ikut berkontribusi dalam kegiatan Maulid Nabi.
Gunungan yang diarak tidak hanya berisi sayuran. Sejumlah makanan ringan untuk anak-anak serta peralatan rumah tangga juga menjadi bagian dari rangkaian gunungan dan hadiah yang disiapkan panitia.
Tradisi gunungan dalam kegiatan tersebut sekaligus mempertemukan kegiatan keagamaan dengan partisipasi masyarakat. Warga tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga ikut mendukung penyediaan bahan dan kebutuhan acara.
Warga Rebut Gunungan
Antusiasme warga terlihat ketika arakan berakhir dan gunungan yang telah dibawa berkeliling mulai dibagikan.
Masyarakat yang telah berkumpul di sekitar lokasi berebut sayuran, makanan ringan, dan berbagai hadiah yang sebelumnya diarak dalam kegiatan tersebut.
Bagi panitia, kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi yang dikemas dengan melibatkan masyarakat secara langsung.
Keterlibatan warga, pesantren, wali santri, pedagang, dan kelompok masyarakat lainnya membuat kegiatan tidak hanya berlangsung di lingkungan pondok pesantren, tetapi juga menyentuh ruang publik di sekitar Jati Mulyo.
Arakan gunungan juga menjadi sarana memperkenalkan tradisi kebersamaan dalam peringatan hari besar keagamaan. Kegiatan ditutup setelah pembagian gunungan, makanan ringan, dan hadiah kepada masyarakat yang mengikuti acara.(*)













