Pemerintah Kota Bandarlampung kembali memperkuat upaya pencegahan stunting melalui penyaluran bantuan telur kepada 1.081 penerima manfaat di 15 kecamatan. Program ini menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan asupan gizi keluarga yang memiliki anak berisiko mengalami gangguan pertumbuhan.
Bantuan diberikan dalam bentuk telur sebanyak empat kilogram setiap bulan selama tiga bulan berturut-turut. Penyaluran dilakukan sebagai bagian dari intervensi gizi yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan protein masyarakat.
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan penanganan stunting memerlukan keterlibatan banyak pihak agar hasil yang dicapai lebih optimal.
“Penanganan stunting membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar hasilnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat,” ucap Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana, Rabu, 10 Juni 2026.
Program bantuan telur tersebut menyasar keluarga penerima manfaat yang telah terdata melalui pendampingan pemerintah daerah. Pemkot berharap bantuan dapat membantu meningkatkan kualitas gizi anak dalam masa pertumbuhan.
Selain menyalurkan bantuan pangan bergizi, pemerintah juga terus melakukan edukasi kepada keluarga terkait pola makan sehat. Langkah ini dilakukan untuk mendukung keberhasilan program pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Pemkot Bandarlampung menargetkan angka stunting terus menurun melalui kombinasi bantuan gizi, edukasi kesehatan, dan pendampingan keluarga. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas generasi mendatang.
“Harapannya angka stunting dapat terus menurun dan anak-anak di Bandarlampung tumbuh sehat serta memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Eva Dwiana.













